QABD dan SADL dalam Madzhab Maliki

Pendapat yang masyhur dalam madzhab malikiyyah ketika berdiri dalam shalat adalah melakukan “sadl” atau “irsal”, yaitu shalat dengan tangan di samping (tidak bersedekap). Dan ini lebih banyak dipraktikkan di seluruh tempat terutama Afrika, UAE, dan beberapa komunitas di Eropa. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat dalam kitab Mudawwanah, Ibnul Qasim meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata : “Saya tidak tahu tentang praktik ini (bersedekap) sejauh hubungannya dengan shalat-shalat yang diwajibkan (la a’rifu dzalika fil faridhah), tetapi tidaklah mengapa bagi seseorang yang melakukannya dalam shalat-shalat nawafil (sunnah) jika ia telah berdiri dalam waktu yang lama agar segala sesuatunya lebih mudah bagi dirinya.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Sifat Shalat Nabi

“Akhi, kenapa kita tidak shalat sebagaimana Nabi shalat saja?” tanya salah seorang ikhwan.

“Maksudnya bagaimana Akh?”

“Coba Akhi beli buku Sifat Shalat Nabi, disitu banyak hadits-hadits shahih mengenai bacaan dan gerakan shalat. Dengan begitu kita bisa mengikuti Nabi, tidak taklid kepada ulama. Dan shalatnya bisa sama.

Baca lebih lanjut

Cara Membaca Al-Qur’an Riwayat Warsh

Qiraah Warsh berasal dari cara baca Nafi’ bin Abdur-Rahman ibnu Nu’aim dari Madinah yang meninggal di kota tersebut pada 169 H, dari Abdur Rahman ibnu Mur uz al A’raj (Si Lumpuh) dan Shiba ibnu Nisah al Qadi (Sang Hakim) dan Muslim ibnu Jundub al Hudhali yang merupakan maula mereka dan Yazid ibnu Ruman dan Abu Ja’far Yazid bin Al Qa’qa al Qari (Qari) dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas dan Abdullah ibnu Ayyash ibnu Abi Rabi’ah dari Ubay bin Ka’ab dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. Kendati semua qira’ah sama benar dan saling memperkaya, tetapi yang dibaca sehari-hari di Madinah oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para Sahabat, tetap merupakan yang utama dari sudut otoritas dan makna.

Baca lebih lanjut

AMAL MADINAH (2)

Sekarang, kita harus bertanya, mengapa di sini amal lebih dipilih daripada hadis? Hadis dibagi menjadi dua jenis: hadis mutawatir yang berasal dari sejumlah besar sahabat, dan hadis tunggal yang diriwayatkan hanya oleh seorang sahabat. Amal sudah tentu adalah mutawatir, karena datangnya dari sejumlah besar sahabat, yang merupakan konsensus (ijma’) sebagian besar para sahabat, yang berada di Madinah, dan tata cara yang telah mereka sepakati bersama. Baca lebih lanjut