QABD dan SADL dalam Madzhab Maliki

Pendapat yang masyhur dalam madzhab malikiyyah ketika berdiri dalam shalat adalah melakukan “sadl” atau “irsal”, yaitu shalat dengan tangan di samping (tidak bersedekap). Dan ini lebih banyak dipraktikkan di seluruh tempat terutama Afrika, UAE, dan beberapa komunitas di Eropa. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat dalam kitab Mudawwanah, Ibnul Qasim meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata : “Saya tidak tahu tentang praktik ini (bersedekap) sejauh hubungannya dengan shalat-shalat yang diwajibkan (la a’rifu dzalika fil faridhah), tetapi tidaklah mengapa bagi seseorang yang melakukannya dalam shalat-shalat nawafil (sunnah) jika ia telah berdiri dalam waktu yang lama agar segala sesuatunya lebih mudah bagi dirinya.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengenal Madzhab

Madzhab Hanafi

Madzhab yang pertama dikenal sebagai madzhab Hanafi yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hanifah an-Nu’man yang hidup di Iraq antara tahun 80 dan 150 H, walaupun yang dianggap sebagai pendiri madzhab ini adalah dua murid utamanya, Ibrahim an-Nakha’I dan Imam Abu Yusuf. Ciri utama dari pendekatan Imam Abu Hanifah adalah metode deduktifnya yang dengan sangat kuat mengandalkan penalaran (analogi, qiyas). Pengembangan metode ra’yu ini sendiri terjadi dalam konteks tertentu di zamannya, khususnya berkaitan dengan letak geografis Iraq.

Baca lebih lanjut