Perlunya Perhatian Intensif Pada Al-Qur’an

the-quran

Ada beberapa kelompok yang hanya terus-menerus membaca kitab-kitab dan menelantarkan Al-Qur’an. Oleh karena itu, pikiran mereka tumbuh secara bengkok. Panjang di tempat-tempat yang seharusnya pendek, dan pendek di tempat-tempat yang seharusnya panjang. Semangat mereka menggelora di tempat yang tidak membutuhkan semangat, tetapi “melempem” dan dingin ketika dibutuhkan suatu revolusi. Di antara mereka itu ada yang mengira bahwa orang-orang Afghanistan, pengikut Imam Abu Hanifah, tidak kurang jahatnya dari komunis pengikut Karl Max. Mengapa? Sebab, dalam shalatnya di belakang imam, mereka ini tidak membaca Al-Fatihah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Asy-Syeikh Muhammad Al-Ghazali

Syekh Muhammad al-GhazaliAkhirnya, bintang yang bersinar terang itu pun padam, gunung yang kokoh itu pun akhirnya runtuh, bendera yang berkibar itu pun akhirnya dilipat, matahari yang selalu memancarkan sinarnya tersebut pun akhirnya tenggelam, sang penunggang kuda yang sekaligus sang pendidik itu pun akhirnya turun dari punggung kuda, dan akhirnya Asy-Syeikh Ghazali pun meninggal dunia.

Akhirnya, umat Islam pun harus kehilangan pimpinan bagi semua pimpinan, Asy-Syeikhul Islam, imam dakwah dan tokoh Al-Qur’an, Asy-Syeikh Muhammad al-Ghazali. Akhirnya, pena yang sebelumnya menjelma menjadi sebuah “pedang” tajam yang membabat musuh-musuh Allah swt. itu pun dimasukkan ke dalam sarungnya, pedang yang tidak pernah tumpul, selama kelompok-kelompok munafik dan kesesatan masih berusaha menyebarkan keresahan. Akhirnya lisan yang hampir selama enam puluh tahun lantang bersuara dan menggema itu pun terdiam, lisan yang selalu menyerukan dakwah kepada Allah swt., lisan yang mampu menyedot dan mengumpulkan ribuan manusia untuk mendengarkannya, dan lisan yang mampu membentuk barisan-barisan yang siap menerima dakwahnya.

Baca lebih lanjut