Perlunya Perhatian Intensif Pada Al-Qur’an

the-quran

Ada beberapa kelompok yang hanya terus-menerus membaca kitab-kitab dan menelantarkan Al-Qur’an. Oleh karena itu, pikiran mereka tumbuh secara bengkok. Panjang di tempat-tempat yang seharusnya pendek, dan pendek di tempat-tempat yang seharusnya panjang. Semangat mereka menggelora di tempat yang tidak membutuhkan semangat, tetapi “melempem” dan dingin ketika dibutuhkan suatu revolusi. Di antara mereka itu ada yang mengira bahwa orang-orang Afghanistan, pengikut Imam Abu Hanifah, tidak kurang jahatnya dari komunis pengikut Karl Max. Mengapa? Sebab, dalam shalatnya di belakang imam, mereka ini tidak membaca Al-Fatihah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mencatut Nama Qur’an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf!

Ditulis oleh : Ahmad Zarkasih, Lc (Alumni Imam Muhammad bin Suud University)

Kita tidak mendapati –sejak dulu- ulama salaf yang beneran salaf juga ulama madzhab, yang dalam masalah-masalah fiqih, mereka menisbatkan pendapat hasil ijtihad mereka kepada al-Qur’an dan sunnah. Dengan bahasa yang lebih ringan, kita tidak pernah mendapati mereka menuliskan dalam kitab-kitab mereka “ini pendapat yang shahih dan benar menurut al-Qur’an dan sunnah”. Tidak pernah kita dapati itu. Sama sekali tidak pernah. Yang kita dapati adalah, bahwa mereka dalam masalah-masalah fiqih yang mereka ijtihad-kan mereka menisbatkan pendapat mereka itu kepada diri mereka atau madzhab mereka.

Baca lebih lanjut