Al Imam Syeikh Abdullah bin Bayyah

pencintabinbayyah_BPuEUwzgE1c

Syeikh Abdullah bin Bayyah dilahirkan pada 1935 di Republik Islam Mauritania, negara yang terletak di benua Afrika. Ayahnya Syeikh Mahfudz bin Bayyah, merupakan seorang ulama terkemuka dan sekaligus ketua persatuan ulama se-Mauritania. Syeikh Bin Bayyah menjalani masa studinya di Mauritania, yakni di sekolah ayahnya sendiri. Di sini ia mempelajari ilmu Al-Quran dan penafsirannya, ilmu hadis, fiqih, qaidah al-fiqhiyyah, nahwu-sharaf, dan sebagainya. Pada usia ke-24 ia melanjutkan studinya di Tunisia dengan mengambil konsentrasi Hukum Islam dan mengikuti pelatihan menjadi Qadhi.

Baca lebih lanjut

Iklan

QABD dan SADL dalam Madzhab Maliki

Pendapat yang masyhur dalam madzhab malikiyyah ketika berdiri dalam shalat adalah melakukan “sadl” atau “irsal”, yaitu shalat dengan tangan di samping (tidak bersedekap). Dan ini lebih banyak dipraktikkan di seluruh tempat terutama Afrika, UAE, dan beberapa komunitas di Eropa. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat dalam kitab Mudawwanah, Ibnul Qasim meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata : “Saya tidak tahu tentang praktik ini (bersedekap) sejauh hubungannya dengan shalat-shalat yang diwajibkan (la a’rifu dzalika fil faridhah), tetapi tidaklah mengapa bagi seseorang yang melakukannya dalam shalat-shalat nawafil (sunnah) jika ia telah berdiri dalam waktu yang lama agar segala sesuatunya lebih mudah bagi dirinya.”

Baca lebih lanjut

Manzhumah Asmaul Husna

asmaul-husna

 

Asal Usul Teks Dan Kandungan Doa dalam Manzhumah Asmaul Husna

Allah berfirman :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوْاهُ بِهَا

Artinya: “Hanya milik Allah Al-Asmaul Husna, maka berdo’alah kepada-Nya dengan menyebut Asma’-Nya itu” (Q.S. Al-A’rof : 180)

Atas dorongan ayat tersebut, dan model doa Asmaul Husna serta Ismul A’zhom yang diajarkan Rasulullah, maka banyak para ulama yang menyusun teks-teks doa semacamnya, disertai dengan beberapa kaifiyah (cara berdoa) tertentu berdasarkan pengalaman spiritual mereka, baik yang disusun dalam bentuk uraian bebas (prosa) maupun nazhom atau manzhumah (syair). Dan Manzhumah Al-Asmaul Husna seperti yang tertulis di bawah ini merupakah salah satu dari sekian puluh Manzhumah Asmaul Husna yang ada.

Baca lebih lanjut

Perlunya Perhatian Intensif Pada Al-Qur’an

the-quran

Ada beberapa kelompok yang hanya terus-menerus membaca kitab-kitab dan menelantarkan Al-Qur’an. Oleh karena itu, pikiran mereka tumbuh secara bengkok. Panjang di tempat-tempat yang seharusnya pendek, dan pendek di tempat-tempat yang seharusnya panjang. Semangat mereka menggelora di tempat yang tidak membutuhkan semangat, tetapi “melempem” dan dingin ketika dibutuhkan suatu revolusi. Di antara mereka itu ada yang mengira bahwa orang-orang Afghanistan, pengikut Imam Abu Hanifah, tidak kurang jahatnya dari komunis pengikut Karl Max. Mengapa? Sebab, dalam shalatnya di belakang imam, mereka ini tidak membaca Al-Fatihah.

Baca lebih lanjut

Dimanakah Allah ?

 

where-is-GodJika ada anak kecil bertanya ‘dimanakah Allah’ maka kita sebagai orang tua harus menjawab bahwa Allah swt. itu berbeda dengan makhluk-Nya, sebagaimana Allah telah memberitahukan mengenai diri-Nya di dalam al-Qur’an. Firman Allah,

“Tidak ada suatu apapun yang serupa dengan Dia. Dialah Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat”. (Q.S. As-Syuura : 11)

Kita harus memberitahukan kepada  anak kecil itu bahwa ia tidak boleh berpikir mengenai Dzat Allah ta’ala, karena berpikir mengenai Dzat Allah ta’ala dapat mempengaruhi pikirannya pada khayalan bentuk atau gambar yang akan menyimpulkan bahwa Allah itu serupa dengan makhluk. Kita harus bisa menasihatinya agar ia berpikir dan merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah swt. yang hebat, yang akan membuat keyakinan dan imannya kepada Allah menjadi semakin kuat.

Baca lebih lanjut